Klarifikasi Fakta Falun Gong
|
Custom Search |
Laporan PBB: P.K.C. (Partai komunis China ) mengambil hidup-hidup organ tubuh praktisi Falun Gong
(Falundafa.or. id) Dalam laporan terbaru PBB tahun 2007, telah diumumkan anggota komisi PBB masalah HAM, Manfred Nowak mengenai laporan terbaru dakwaan terhadap PKC tentang pengambilan organ praktisi Falun Gong secara hidup-hidup. Laporan dengan jelas menunjukkan, lewat penyelidikan ditemukan banyak rumah-sakit dan kamp rehabilitasi kerja paksa di Tiongkok terlibat dalam praktek pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong secara hidup-hidup dan dijadikan ajang bisnis transplantasi organ untuk meraup keuntungan.
Dalam laporan ditunjukkan, di berbagai tempat yang berbeda, sejumlah besar praktisi Falun Gong secara kejam mengalami pengambilan organ tubuh secara hidup-hidup untuk kebutuhan operasi transplantasi. Sudah sejak awal tahun 2001, di rumah-sakit Sujiadun, kota Shenyang propinsi Liaoning telah dimulai dalam skala besar pengambilan organ vital praktisi Falun Gong secara hidup-hidup, seperti jantung, ginjal, hati, kornea mata dll. Mereka menyuntikkan obat pelemah jantung ke tubuh praktisi Falun Gong, membuat praktisi meninggal sewaktu operasi pengambilan organ berlangsung atau setelah operasi.
Dalam laporan juga dibuat kesimpulan dari contoh kasus yang kongkrit, disebutkan pula rumah-sakit dan kamp rehabilitasi kerja paksa yang terlibat dalam pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong secara hidup-hidup. Selain itu juga diajukan bukti-bukti bahwa waktu tunggu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi transplantasi di daratan Tingkok sangat pendek, tahun-tahun belakangan ini jumlah transplantasi jauh melebihi jumlah organ yang diketahui sumbernya.
Nama-nama rumah sakit dan Pusat tahanan yang dicurigai
Laporan PBB menyebutkan, lewat penyelidikan menunjukkan bahwa staf pusat transplantasi yang disebut di bawah ini mengakui pernah menggunakan organ tubuh praktisi Falun Gong yang diambil secara hidup-hidup untuk melakukan transplantasi: Rumah-sakit militer pusat kota Guangzhou propinsi Guangdong, klinik transplantasi organ pada rumah-sakit ZhongShan kota Shanghai, pusat transplantasi lever universitas Jiaodong kota Shanghai, pusat transplantasi organ Dongfang (oriental) kota Tianjin, rumah-sakit transplantasi lever kota Qianfoshan propinsi Shandong, rumah-sakit Minzhu (bangsa) kota Nanning propinsi Guangsi, pusat transplantasi organ universitas kedokteran Zhengzhou propinsi Henan dan rumah-sakit Tongji kota Wuhan propinsi Hunan.
Penyelidikan juga menunjukkan bahwa pegawai pusat tahanan yang disebut di bawah ini memastikan organ dari praktisi Falun Gong yang ditangkap digunakan untuk tranplantasi: Pusat tahanan Mijiang propinsi Helongjiang, pusat tahanan I dan II kota Qinhuangdao propinsi Hebei .
Laporan menyebutkan, setelah praktisi Falun Gong diambil organnya, tubuhnya segera dikremasi, untuk menghapus jejak, organ yang diambil dikirim ke pusat transplantasi, digunakan untuk operasi transplantasi pasien dalam dan luar negeri.
Beberapa pejabat pusat tahanan mengakui bahwa pengadilan terlibat dalam jual beli organ praktisi Falun Gong, termasuk: pengadilan rakyat tingkat menengah kota Qinhuangdao , pengadilan rakyat tingkat menengah kota Jinzhou dan pengadilan rakyat tingkat tinggi kota Kunming .
Jumlah transplantasi jauh melebihi jumlah sumber organ yang resmi 
Laporan PBB menunjukkan, menurut penyelidikan , sekalipun dengan mempertimbangan sumber donor organ yang resmi, Jumlah transplantasi jauh melebihi jumlah sumber organ yang resmi, termasuk jumlah perkiraan terpidana mati yang dieksekusi setiap tahun. Menurut pernyataan wakil menteri departemen kesehatan Huangjiefu tahun 2005 bahwa ada sebagian besar terpidana mati telah menyumbangkan organnya atas kerelaan keluarga mereka. Namun kenyataan tidak demikian, dikarenakan adat kebudayaan , pihak keluarga pada umumnya tidak bersedia menyumbangkan organ almarhum.
Selain ini, situs internet transplantasi pihak birokrasi mempropagandakan melalui iklan bahwa tingkat kecocokan organ yang ditransplantasi jangkauannya besar, waktu tunggunya yang pendek, ini menunjukkan terdapat sistem periksa dan seleksi komputer untuk keperluan pencocokan tersebut dan sebuah gudang penyediaan organ dalam jumlah besar.
Laporan penyelidikan menyebutkan bahwa pengambilan organ tubuh dari praktisi Falun Gong seyogianya dapat menjelaskan perbedaan antara jumlah donor organ yang resmi dan jumlah kebutuhan transplantasi. Setelah tahun 2000, meningkatnya jumlah transplantasi organ secara drastis di Tiongkok seiring dengan dimulainya penindasan terhadap Falun Gong, ini merupakan kecocokan yang sangat masuk akal.
PKC melanggar prinsip larangan dunia untuk jual organ >
Laporan menunjukkan, bahwa penguasa PKC telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang mereka katakan bahwa akan mentaati prinsip organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 1991, tentang larangan jual-beli organ tubuh. Penyelidikan menunjukkan, sebelum diberlakukannya peraturan baru pada 1 Juli 2006, pemerintah PKC mengijinkan jual-beli organ, transplantasi organ tidak perlu ijin tertulis dari pendonor, dan tidak ada peraturan mengenai lembaga mana yang diperbolehkan melakukan pengambilan dan transplantasi organ, lembaga yang melakukan transplantasi organ tidak perlu membuktikan organ yang ditransplantasi sumbernya apakah sesuai hukum, juga tidak menghendaki operasi transplantasi dilakukan setelah mendapat pengesahan dari komisi moral transplantasi. Disamping itu, terdapat contoh lain berupa bukti yang menunjukkan paling tidak sampai bulan April 2006, daftar harga operasi transplantasi di Tiongkok masih terpampang di situs internet.
Bantahan PKC sangat lemah
Awal tahun ini, Manfred Nowak pernah memberi penjelasan atas dakwaan internasional terhadap PKC yang mengambil organ tubuh praktisi Falun Gong secara hidup-hidup, namun ia mendapat balasan yang menolak secara total.
Nowak menunjukkan, surat bantahan secara total tentang kecurigaan dan rasa tidak puas yang disampaikan PKC hanya sebanyak dua halaman. Dia bilang , “Ini sama sekali tidak cukup”, Laporan David Matas dan David Kilgour dari Kanada menunjukan bukti yang membuat orang kagum dan percaya.
David Matas pernah menyebutkan, terhadap laporan penyelidikannya, kecurigaan PKC yang terdapat satu-satunya yaitu dua nama kota salah tulis.
PKC minim moral dan kurang nyali mengakui kesalahan
Sejak bulan Maret 2006 setelah diekspos mengenai PKC mengambil organ tubuh praktisi Falun Gong secara hidup-hidup untuk meraup keuntungan, jawaban PKC termasuk: pemblokiran berita terhadap penduduk dalam negeri, termasuk penghapusan artikel bantahan dari situs internet departemen luar negeri; terhadap luar negeri adalah mengakui pengambilan organ dari terpidana mati yang dulu selalu dibantah; dibawah tekanan internasional mengenai peraturan transplantasi; selalu membantah mencuri organ praktisi Falungong, tapi menolak kelompok penyelidikan bebas masuk ke Tiongkok untuk permintaan memeriksa.
Di kolom penulis Dajiyuan Wangyifeng membandingkan dan menunjukan, dari jawaban ngangur dari PKC, bisa dilihat PKC dalam hatinya takut terhadap dosanya, hanya PKC tidak bermoral dan kurang keberanian mengakui dosa, maka dengan tidak tahu malu membantahnya. Tapi seiring dengan dosa PKC di dunia internasional semakin banyak yang tahu, dia masih bisa mengelak sampai kapan?
FALUN DAFA HAO !
|
Custom Search |


